Tak dinyana tak disangka tak diduga. itulah mungkin kata-kata yang keluar dari mulut teman-teman saat kubercerita. keliling jawa hanya pake motor?,

benar!. Peristiwa ini bermula dari makan malam dengan nasi uduk di trotoar jalan kaliurang. Untuk menyemangati diri sendiri dan teman sebut saja dia Hanif ( bukan Nama sebenarnya), maka kami saling mengingatkan untuk segera menyelesaikan skripsi kami (hwhehe…ternyata saat itu belum lulus tow? jadi malu). Nah, nanti klo lulus kita jalan2 ke Bandung. Hm…akhirnya benar nieh…aku lebih dulu lulus dari pada dia dua pekan berselang dia hanif menyusul. Kami sekarang sudah lulus. Akhirnya rencana yang dulu hanya sebagai penyemangat kini serasa semakin dekat saja dimata. Diaturlah waktu yang tepat untuk melaksanakan ide konyol ini, mencuri waktu disela-sela kesibukan kerjaku sehari-hari. kenapa konyol? karena di bandung kami tidak punya saudara satupun serta aku belum pernah menginjakan kaki di bumi priangan maupun kota kembang itu. Akhirnya waktu itupun tiba, dengan banyaknya hambatan yang ada kami tetapkan untuk terus melaksanakan rencana ini, sampai-sampai aku harus mencari/menghubungi teman-teman untuk menggantikan kerjaku pada jadwal-jadwal yang telah ditetapkan. Alhamdulillah Akhirnya Aku jalan. Dimulai dari malam rabu 23 Desember 2009, aku menghubungi teman2 yang mau ikut touring bareng, sampai paginya tidak ada jawaban terpaksa kutinggal temanku yang lain itu. Kami berangkat hanya berdua dengan satu motor… Pukul 12.15 siang hari Rabu 23 Desember 2009 setelah sholat dzuhur kami lepas landas dari wisma KODOK IJO kos-kosanku (djogja).

kami terus menyusuri jalanan kota yang terik lagi menyengat kulit. Karena panjangnya jalan cerita ini maka tak mungkin aku ceritakan semua kejadian dan pengalaman menarik yang ku alami. singkat cerita. selama perjalanan Jogja-Purworejo. Di salah satu lokasi yang kami lewati kami melihat kecelakaan yang belum lama terjadi sepertinya, ada sebuah bus masuk ke sawah, tentu dengan kondisi bodinya yang sudah tak karuan. Dari kejadian ini kami mengambil hikmah untuk berkendara dengan lebih waspada dan hati-hati serta selalu mengingat ilahi. Setelah mengisi BBM di Purworejo kami istirahat diperbatasan Kebumen untuk melepas lelah dan penat kami dengan minum dawet khas daerah ini. Sudah mafhum kalau di daerah ini terkenal dengan dawet hitam manisnya karena itu nampak begitu banyaknya pedagang menawarkan menu ini di sepanjang jalan ini. Kalau anda melewati jalan ini cobalah untuk turun dan mencicipinya pasti anda kan merasakan sajian istimewa. Pukul 16.15 kami sudah memasuki wilayah kabupaten banyumas.

Kami mampir dirumah kakak Hanif disini kami istirahat mandi dan makan. Setelah puas istirahat dan serasa segar kembali tubuh ini kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke barat, tentunya setelah foto2 bareng keluarga kakak hanif. Kami melihat jam sudah menunjukan pukul 17.35. Setelah beberapa lama melanjutkan perjalanan terdengarlah suara adzan magrib, kami istirahat sholat di daerah wangon. Mulai wangon ke arah barat hari sudah gelap, dengan kondisi lampu motor yang tidak begitu terang kami nekad teruskan perjalanan. Ternyata jalannya ampun deh, belak belok naik turun, bingung pula bensin dah tipiiis banget. Kami sangat khawatir karena dah semakin jauh tidak ada spbu malah semakin masuk hutan. Saat itu yang terpikir olehku bagaimana mungkin menuntun motor dalam keadaan gelap ditengah hutan yang tak tau kapan dan dimana ada POM Bensin. Alhamdulillah Alloh memberikan pertolonganya pada hambaNya yang berdoa. Senangnya hati ada penjual bensin eceran dipinggir jalan.

Singkat cerita kami istirahat sholat isya di karang pucung cilacap jm 19:20 ternyata masih termasuk wilayah cilacap. Hm..kapan sampai keperbatasan?, pikirku. Kok jauh bener cilacap tuh. Alhamdulillah Sekitar pukul 20:45 kami sampai di TUGU tapal batas provinsi Jateng-Jabar. Terus berlalu kota banjar, kota Ciamis akhirnya sampailah di kota Tasikmalaya tempat persinggahan kami dimalam ini. Pukul 22:12 Kuhubungi teman yang rumahnya disini dan kami menginap disana. Setelah disambut dan dibuatin olahan mie kami pun tertidur dengan pulas disambung setelah subuhan hwhehe…Siang harinya kami keliling Kota Tasik setelah sarapan walaupun agak siang untuk dikatakan sarapan hehe. Setelah puas dengan poto2 di Masjid Agung

dan sholat dzhuhur kami pulang dan terus berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke barat. Pukul 13:13 kami meninggalkan bekas kaki kami di kota Tasik menuju kota kembang. Dalam perjalanan terjadi kerusakan motor saat hujan mengguyur perjalanan kami. Oh, cobaan datang. Dikira ban bocor karena ban goyang2..eh sampai kami berhenti tuk tambah angin eh ternyata masih juga sama. Akhirnya kuberhenti di pinggir jalan dan kuperiksa ban ternyata lekernya yang pecah. Sekalian dech kami mencari bengkel, jalan dengan lambat dan sembari mbengkel kami sholat ashar. Memasuki wilayah kabupaten Garut hujan turun deras sekali, kami istirahat untuk berteduh di warung pinggir jalan banyak orang juga orang yang berteduh disini. Ada cewek cantik juga tapi kami g berani menyapa…qiqiqi, ada Bapaknya. Kami mengobrol dengan bapak2 yang duduknya berdekatan denganku. Dia adalah seorang Guru magang dengan anak yang udah gede. Beliau sebelumnya hanya berijazah SMA, dia sekarang sedang kuliah S1 sebagai syarat wajib guru sekarang. Ketika dah lama istirahat kok sepertinya hujan g kan reda dalam waktu dekat..kami pun nekad melanjutkan perjalanan kebarat dengan memakai jas hujan sebagai senjata kami. Kami takut sampai Bandung nanti kemalaman. Benar saja sampai dibandung pun hujan turun terus tiada henti. Walaupun tidak basah badan atas..tapi karena genangan banjir dijalan akhirnya basah juga celanaku…. Baca selebihnya »


Semoga Alloh selalu menolong arah dan jalan hidupnya sehingga dia tidak ada rasa angkuh dan sombong sedikitpun dengan status baru yang dia sandang dan semoga Alloh mengabulkan seluruh doa-doa yang dia panjatkan disetiap waktu saat jantungnya berdetak. Amiin…Amiin Amiin Ya Robbal’alamiin.









