Rasa Kasihan Atau tanggung jawab? Bisakah menjadi nilai ibadah….

Hari ini. Sore yang sejuk. Aku balik dari masjid ke kos. Aku lihat ada miscall di HP. Ku pikir. klo penting dia kan hubungi lagi. Aku bersihkan panci. Siap untuk masak nasi. Sms masuk lagi. Benar ternyata. Dia mau aku datang. Tapi? Agendaku mo kerjain skripsi. Bingung aku. aku dibutuhkan orang lain. Bagaimana ini…
Selalu saja di saat semangat menggarap skripsi selalu saja ada yang membutuhkan aku atau mengajak aku melakukan sesuatu. Mengapa begini?…apa salahku. Ampuni dosa-dosaku ya Alloh. Astaghfirullah…Kuberpikir aku harus bisa tegas! Aku sms balas, dan meminta maaf klo saya tidak bisa datang menolong. Dan Apa yang terjadi? Ibunya telpon 2x, pas saya sedang mencuci beras. Alhamdulillah pas aku g ada. Jadi bisa untuk jadi alasan. Namun, tiba-tiba sms masuk…kali ini datang dari Bapaknya, mengucap salam dan menayakan kesedianku untuk ditelpon. Aku balas salamnya. Segera setelah itu HP berdering.
Aku tak kuasa menolak, klo bapaknya sudah bertindak. Tadinya dengan berat hati aku lakukan maunya. Tapi aku pikir lagi, dah ikhlaskan saja. Aq teringat kata-kata temanku tadi pagi waktu menggarap TA dikamarku, dia berkata bantulah aku/ orang lain. insyaAlloh akan mempermudah urusanmu. Jadi teringat suatu hadist klo g salah. Alloh akan menolongmu selama kamu mau menolong saudaramu….Amiin ya Alloh. Mudahkanlah urusan hambaMu ini ya Robbal’alamiin.
Aku pergi ke warnet terdekat. Aku pikir bisa cepat neh. Ternyata butuh waktu 90 menit. Alhamdulillah…tugas selesai.langsung saja saya kirim hasilnya melalui email. Saya konfirmasi dengan sms, bahwa tugas telah saya kirim. Saat pulang ke Kos…Alhamdulillah dah magrib. Saatnya makan telah tiba…bismillah. Allohuma lakasumtu… Amiin.
Beginilah kita, kadang dihadapkan pada suatu pilihan hidup yang sulit. 
Namun apapun itu marilah kita jalani dengan keihklasan hati… semoga dengan begitu. Jangan sampai diantara kita ada yang mengalami hal seperti disamping ini yang di tujukan bagi kita. Apapun yang kita ambil dan jalankan akan menjadi amal yang bernilai ibadah. Amiin.
Agustus 27, 2009 pada 3:41 am
Jul aku ingat kata2 ini “Aq teringat kata-kata temanku tadi pagi waktu menggarap TA dikamarku, dia berkata bantulah aku/ orang lain. insyaAlloh akan mempermudah urusanmu”
syukur deh kamu bisa mengamalkannya
@Hnip:…Hwhah ternyata ingatanmu kuat juag yaw…
Emang siapa yang berkata hwha…ha… bud buka bareng lagi yuk…
September 1, 2009 pada 8:09 pm
Hai Budi….Teruslah bermain bola ..hwehehe…
Kamu kah yangmerasa bahwa dirimu yang telah berkata2 begitu…?
Wah..benar juga katamu..terima kasih bro…
Klo begitu sering2lah menolong orang yaw… smg kita dimudahkan untuk bertindak…tidak hanya dalam ucapan….Amiin