Syahadat Terry Holdbrooks di Guantanamo
By Republika Newsroom
Jumat, 09 Oktober 2009 pukul 17:31:00
Siapa tak kenal Guantanamo. Penjara yang sangat mengerikan dengan
penjagaan ekstraketat di Kuba itu biasa didedikasikan pemerintah
Amerika Serikat (AS) untuk mengurung para tokoh yang dianggap sebagai
teroris. Sebagian besar mereka berasal dari Irak dan Afghanistan.

Kisah penyiksaan dan pelecehan terhadap Alquran pernah ‘menghiasi’
penjara ini.
Dunia pun mereaksi negatif keberadaan penjara Guantanamo. Tuntutan
untuk menutup penjara tersebut mengalir deras ke pemerintah AS.
Presiden AS, Barrack Obama pun menyambut baik tuntutan tersebut dengan
berencana menutup penjara tersebut.
Tapi, bagi Terry Holdbrooks, Guantanamo menjadi bagian hidup yang
sangat berarti. Kehidupan para tahanan yang penjara tersebut memberi
pengaruh besar dalam hidup Terry. Mulanya, dia hidup urakan. Kedua
orang tuanya berpisah ketika Terry berusia 7 tahun.
Hingga tubuh dewasa di Arizona, dia sama sekali dia tidak pernah
mendengar soal Islam. Dia juga tidak pernah paham akan keberadaan
Tuhan. Kehidupan junkies, membawanya pada dunia penuh maksiat. “Saat
itu, tidak pernah saya berpikir tentang Islam,” ujar dia seperti
dikutip Guardian.
Di usia dewasa, dia mencoba melamar untuk menjadi tentara. Dia
kemudian diterima sebagai staf di polisi militer hingga akhirnya Baca selebihnya »




